Menuju Continuous Quality Improvement : Presentasi Borang APT oleh Direktur LP3M

LP3M- Presentasi Borang APT,  Selasa, 9 Mei 2017 Direktur Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Hamzanwadi menyampaikan isian borang akreditasi institusi kepada seluruh manajemen di lingkungan Universitas Hamzanwadi. Rapat dipimpin oleh Wakil Rektor I Dr. H. Khirjan Nahdi, M.Hum.

Dalam pengantar acara, Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. mengatakan bahwa saat ini moment kita untuk membuktikan bahwa institusi ini memang siap menunjukkan performa terbaiknya. Lebih lanjut dikatakannya bahwa akreditasi ini adalah tanggungjawab kita semua, karena itu setiap unit kerja harus bekerja secara profesional sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) atau yang dikenal dengan akreditasi adalah suatu kegiatan sistemik yang dilakukan oleh BAN-PT untuk membuktikan apakah seluruh kegiatan tridharma yang telah dilakukan oleh institusi telah sesuai dengan Permenristekdikti no 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi atau belum. Selain itu akreditasi ini adalah langkah kita untuk membuktikan bahwa institusi kita benar-benar berkomitmen untuk meningkatkan mutu secara terus-menerus. Karena itu, rektor Universitas Hamzanwadi berharap semua unsur manajemen bekerjakeras dan melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik. Universitas kita adalah perguruan tinggi swasta terbaik di Nusa Tenggara Barat dan kita harus berusaha untuk menjadi PTS terbaik di kopertis wilayah VIII.

Pada kesempatan yang sama, Direktur LP3M Padlurrahman, M.Pd. mengatakan bahwa keberhasilan kita dalam meraih hasil akreditasi yang terbaik adalah sangat tergantung kepada kerjasama kita dalam mempersiapkan seluruh dokumen APT yang dibutuhkan, termasuk bukti fisiknya. Beberapa hal yang dipresentasikan pada saat itu antara lain : Informasi tentang SAPTO, isian borang akreditasi dari standar 1 s.d. 7, dan bukti-bukti fisik yang dibutuhkan. Masing-masing unit kerja bertanggungjawab dalam mempersiapkan bukti fisik sesuai dengan isi standar.

Komitmen Meningkatkan Mutu Akademik Mahasiswa melalui Student Exchange

LP3M- Continous Quality Improvement,  Student Exchange di Windesheim University of Netherlands adalah salah satu upaya Universitas Hamzanwadi untuk meningkatkan mutu akademik mahasiswa melalui program magang ke luar negeri. Di samping itu, seluruh manajemen Universitas Hamzanwadi memiliki komitmen yang sama dalam meningkatkan mutu secara berkelanjutan sesuai dengan visi yakni menjadi perguruan tinggi yang berdaya saing global berbasis budaya santri.

Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Ir. Hj. Sitti Rahmi Djalillah, M.Pd, menyampaikan bahwa program Student Exchange ke Belanda memang merupakan salah satu dari hasil MoU Universitas Hamzanwadi dengan pihak Windesheim University. Melalui program ini mahasiswa dapat memperluas wawasan dan menambah ilmu dan pengalaman mereka satu sama lain ketika berada di kampus luar negeri.

Pada kesempatan lainnya, Direktur LP3M, Padlurrahman, M.Pd. di ruang kerjanya menyebutkan bahwa peningkatan mutu harus mampu dilakukan dengan prinsip continuous quality improvement. Lebih lanjut dikatakannya bahwa hal-hal yang dapat ditingatkan oleh sivitas akademik Universitas Hamzanwadi dapat berupa behavior atau apa yang dilakukan/aktivitas, competence  atau apa yang ingin dicapai, dan Degree  atau kapan hal-hal ini dapat dilakukan. Semua ini berlaku untuk seluruh sivitas akademika baik dosen, pegawai maupun mahasiswa.

Direktur LP3M memimpin rapat koordinasi persiapan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT)

LP3M, 27 Maret 2017. Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) mengadakan rapat koordinasi bersama unit terkait tentang persiapan pelaksanaan akreditasi institusi (APT). Rapat berlangsung pada tanggal 27 Maret 2017 pukul 10.00 di ruang rektorat dan dipimpin oleh Direktur LP3M yang didampingi oleh sekertaris dan dikuti oleh direktur kerjasama, dekan, kepala P3MP, kepala pusat bahasa, kepala pusat perpustakaan, kepala unit, dan kepala biro. Hadir pula Drs. H. Edy Waluyo, M.Pd. selaku wakil rektor II Universitas Hamzanwadi dan menyampaikan beberapa pandangannya tentang akreditasi. Salah satunya, beliau mengatakan bahwa akreditasi institusi adalah tanggungjawab kita bersama termasuk seluruh unit kerja yang ada di lingkungan Universitas Hamzanwadi. Oleh karena itu, semua harus menyiapkan diri sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Dikatakannya pula, seluruh tahapan persiapan akreditasi akan dikoordinir dan dievaluasi oleh Direktur LP3M bersama stafnya.

Direktur LP3M selaku penanggungjawab akreditasi insititusi menyimpulkan beberapa hasil rapat koordinasi yang perlu dipedomani oleh unit-unit terkait antara lain :

  1. Penyampaian usulan AIPT dalam bentuk cetak (hard copy) tetap dilayani sampai tanggal 31 Mei 2017
  2. Akreditasi Institusi direncanakan tahun 2017 dengan rincian : 1) Borang dan Evaluasi Diri beserta lampirannya dikirim paling lambat 25 Mei 2017; 2) Bukti fisik disiapkan mulai saat ini sampai tanggal 25 Mei 2017.Sesuai surat nomor 1041/BAN-PT/LL/2017 tanggal 24 Februari 2017 maka BAN-PT akan melakukan asesmen akreditasi melalui Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi On-line (SAPTO) mulai tanggal 1 Juni tahun 2017.
  3. Setiap unit kerja diharuskan menyiapkan data pendukung sesuai isian borang yang telah dibagikan kepada setiap unit kerja.
  4. Semua isian di atas dikumpulkan paling lambat minggu ketiga bulan April 2017
  5. Langkah-Langkah yang dilakukan:
  • Pengisian borang oleh LP3M : April 2017
  • Koordinasi dengan unit terkait : Maret – Mei 2017
  • Simulasi paling sedikit 2 kali dengan rincian :
  1. Simulasi I: Penilaian borang dan evaluasi diri minggu pertama bulan Mei 2017
  2. Simulasi II: Pemeriksaan bukti fisik
  • Pengiriman berkas tanggal 25 Mei 2017

Direktur LP3M memimpin rapat koordinasi persiapan akreditasi Program Studi

LP3M, 16 Maret 2017. Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Hamzanwadi telah melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan akreditasi program studi di lingkungan Universitas Hamzanwadi. Kegiatan ini dilakukan dengan memperhatikan amanat Pemerintah melalui Permenristekdikti nomor 32 tahun 2016 tentang akreditasi program studi dan perguruan tinggi, khususnya pasal 47 ayat (2) bahwa pimpinan perguruan tinggi wajib mengajukan permohonan akreditasi ulang paling lambat 6 bulan sebelum masa berlaku status akreditasi dan peringkat terakreditasi prodi dan/atau perguruan tinggi berakhir. Rapat koordinasi ini dipimpin oleh Padlurrahman, M.Pd selaku Direktur LP3M dan didampingi oleh Dr. Aswasulasikin, M.Pd. selaku sekertaris serta diikuti oleh ketua program studi PGSD, Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, dan Pendidikan Geografi. Masing-masing ketua program studi didampingi oleh 3 orang tim di tingkat program studi.

Pada rapat koordinasi ini, Direktur LP3M menyampaikan beberapa informasi, antara lain :1) Masa berlaku akreditasi Program Studi, 2)Masa penyampaian usulan Akreditasi Program Studi (APS), 3) Sesuai surat nomor 1041/BAN-PT/LL/2017 tanggal 24 Februari 2017 maka BAN-PT akan melakukan asesmen akreditasi melalui Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi  On-line (SAPTO) mulai tanggal 1 Juni tahun 2017, 4) Penyampaian usulan APS dalam bentuk cetak (hard copy) tetap dilayani sampai tanggal 31 Maret 2017. Demikian juga dengan APT..5)  Instruksi Rektor : “Harus extra ketat pengawalan dan penguasaan materi serta kelengkapan berkas utk akreditasi kedepan” (WA, tertanggal 14 Maret 2017 pkl.10.16 Wita), 6) Tindaklanjut LP3M :(Pelatihan pengisian borang kepada tim penyusun borang program studi, Pendampingan pengisian borang dan bukti fisik oleh GKM fakultas, Membentuk tim pengisi borang fakultas, dan Simulasi paling sedikit 3 kali dengan rincian, dan 7) Pengiriman berkas secara on-line melalui SAPTO.

Pada saat diskusi dibuka, berbagai usulan disampaikan oleh ketua program studi, antara lain :1) Seluruh unit kerja di lingkungan Unievrsitas Hamzanwadi agar dapat memberikan dukungan kepada ketua program studi secara maksimal, 2) LP3M diharapkan dapat mendapingi program studi dalam mempersiapkan borang dan evaluasi diri program studi beserta bukti fisiknya, 3) Perlu ada pertemuan khusus antara LP3M dengan unit-unit terkait dalam rangka memenuhi kebutuhan program studi, antara lain : kepala perpustakaan, kepala P3MP, direktur kerjasama, kepala biro, dan lain-lain, 4) Kepada semua program studi agar menyiapkan berbagai usulan kebutuhan untuk dipelajri oleh unit terkait, 5) Bimtek borang program studi diusulkan untuk dilakukan mulai bulan Mei 2017.

Menyusun Dokumen SPMI, Menyusun Masa Depan Perguruan Tinggi

Bandung – Belmawa. Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal di perguruan tinggi sudah tidak bisa ditawar lagi sesuai dengan amanat Undang-Undang No.12 Th. 2012 tentang  Pendidikan Tinggi  Bab III Penjaminan Mutu khususnya pada pasal 52 dan 53 ayat (4) disampaikan bahwa  Sistem Penjaminan Mutu Internal dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi (PT). Maka dalam rangka percepatan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di perguruan tinggi, Direktorat Penjaminan Mutu menyelenggarakan Lokakarya SPMI di Bandung, 5-7 April 2017.

Hadir dalam acara ini Direktur Penjaminan Mutu, Aris Junaidi; Kasubdit Penguatan Mutu, Antari W Mawarti; dan Kasi Revitalisasi Program, Masluhin Hajaz. Lokakarya diawali laporan pelaksanaan kegiatan lokakarya oleh Kasubdit Penguatan Mutu, Antari W Mawarti. “ Terdaftar 53 peserta namun yang hadir baru 41 orang, peserta sebagain besar dari PTN Baru yang sudah mendapatkan program sosialisasi SPMI tahun 2016,” lapor Antari. Peserta antara lain dari Politeknik Negeri Subang, Politeknik Negeri Cilacap, UPN Veteran Yogyakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Tidar, Universitas  Siliwangi Tasikmalaya, Institut Teknologi Sumatera, Politeknik Negeri Indramayu, ISBI Bandung, Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Kristen Duta Wacana, dan Universitas Soegiapranata.

“SN Dikti sudah harus diimplementasikan pada Desember 2017 dan perguruan tinggi sudah harus melampaui SN Dikti,” jelas Direktur Penjaminan Mutu, Aris Junaidi.  Profesor di bidang kdokteran hewan ini  juga menyampaikan bahwa Direktorat Penjaminan Mutu saat ini sedang mengembangkan instrumen-instrumen untuk mengukur implementasi SPMI di perguruan tinggi, ada instumen proses untuk mengukur implementasi SPMI di perguruan tinggi dan instrumen output untuk mengukur kesiapan perguruan tinggi yang akan re-akreditasi. “Hasil pelatihan penyusunan Dokumen SPMI harus diimplementasikan di perguruan tinggi.  Direktorat Penjaminan Mutu perlu bantuan Bapak/Ibu sekalian agar proses membangun budaya mutu dapat terus menerus diupayakan walaupun ada kendala-kendala dalam upaya membangun mutu (continuous quality improvemet),” harap Aris Junaidi.

Di akhir sambutannya, Aris Junaidi kembali menyemangati para peserta untuk berlatih dengan baik dan sungguh-sungguh agar hasilnya bisa bermanfaat bagi perguruan tinggi masing-masing. “Tidak gampang effortuntuk membangun culture of quality, usahanya harus terus menerus dan diupayakan bekerja dengan hati, selamat berlatih,” pungkas Aris.

Lokakarya dilangsungkan selama tiga hari dengan penekanan pada praktik penyusunan dokumen SPMI, antara lain Dokumen Kebijakan SPMI, Dokumen Manual SPMI, Dokumen Standar SPMI, dan Dokumen Formulir SPMI. Peserta dibagi dalam dua kelas untuk berdiskusi dan menyusun dokumen SPMI, kelas A 21 orang dan kelas B 20 orang.  Setiap 3-4 orang membentuk kelompok belajar untuk berdiskusi menyusun dokumen SPMI. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerjanya di hadapan peserta dan fasilitator pusat untuk mendapatkan masukan dan perbaikan. Di akhir program, semua dokumen hasil latihan di-share untuk semua peserta dengan harapan masing-masing PT sudah memiliki draf dokumen SPMI untuk disesuaikan dengan masing-masing kondisi PT. Harapan besar  direktorat Penjaminan Mutu adalah hasil pelatihan ini  dapat diimplementasikan di Perguruan Tinggi masing-masing. (haz/editor/HKLI)