LP3M : E-Monevin bidang Pendidikan dan Pengajaran

LP3M, 24 Maret 2018. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara otonom atau mandiri untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan. Penyelenggaraan SPMI ini didasarkan pada Undang-Undang Pendidikan Tinggi nomor 12 tahun 2012 pasal 53, dimana SPM Dikti terdiri atas SPMI dan SPME atau akreditasi.

Kebijakan SPMI di Universitas Hamzanwadi mencakup semua aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi di Universitas Hamzanwadi, dengan fokus utama pada aspek akademik dan aspek non akademik yang mendukung. Fokus pada aspek akademik ini dimaksudkan sebagai langkah awal atau perintis meliputi kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini disebabkan secara bertahap fokus dari luas lingkup kebijakan SPMI akan dikembangkan sehingga mencakup juga aspek non akademik seperti sarana prasarana, keuangan atau pembiayaan, kerjasama, dan kemahasiswaan.

Dalam melaksanakan SPMI, rektor Universitas Hamzanwadi membentuk suatu lembaga yang disebut dengan Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) sesuai statuta pasal 94 ayat (1). Lembaga ini bertanggungjawab secara langsung kepada rektor sesuai pasal 94 ayat (3). Untuk mewujudkan prinsip-prinsip pelaksanaan monevin yang akuntabel, LP3M bekerjasama dengan pusat teknologi dan informasi Universitas Hamzanwadi telah mengembangkan mekanisme monitoring dan evaluasi berbasis teknologi yang disebut dengan E-Monevin.

E-Monevin merupakan suatu mekanisme monitoring dan evaluasi yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi khususnya internet dalam memberikan penilaian terhadap kinerja tridharma perguruan tinggi. E-monevin ini dapat digunakan oleh mahasiswa untuk mengevaluasi kinerja dosen dimana saja dan kapan saja secara rahasia tanpa intervensi dosen. Hal ini dilakukan agar mahasiswa dapat menilai kinerja dosen secara objektif tanpa adanya paksaan, ancaman atau intervensi.

 

Download panduan E-Monevin.

Link : http://instrumen.hamzanwadi.ac.id

Komitmen Universitas Hamzanwadi untuk Meningkatkan Mutu

LP3M, Batam 24-26 November 2017. Direktur Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Hamzanwadi sekaligus fasilitator wilayah Sistem Penjaminan Mutu Internal Kemenristekdikti Dr. Padlurrahman, M.Pd. menghadiri kegiatan penyamaan persepsi dan seminar budaya mutu di Batam Kepri. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari yakni dari tanggal 24 – 26 November 2017. Kegiatan ini dihadiri oleh 80 orang fasilitator wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia dan 100 orang pimpinan yayasan/rektor/ketua/direktur pergurun tinggi di sekitar wilayah/pulau Sumatera.

Pada kegiatan penyamaan persepsi yang berlangsung di hotel Ibis-Batam, 80 orang fasilitator wilayah melakukan diskusi terfokus tentang dokumen SPMI dan implementasinya di perguruan tinggi masing-masing. Pada kesempatan itu pula, direktur LP3M Universitas Hamzanwadi mengajukan beberapa usulan antara lain : 1) SPMI yang menjiwai seluruh kriteria akreditasi harus mampu dipahami oleh seluruh asesor akreditasi baik APS maupun APT, karena itu diusulkan agar asesor diberikan pelatihan atau sejenisnya tentang dokumen SPMI dan implementasinya pada setiap kriteria/komponen akreditasi itu sendiri, 2) Penggunaan instrumen akreditasi dengan 9 kriteria sesuai Peraturan BAN PT nomor 4 tahun 2017 agar dipertimbangkan jika hingga saat ini belum dilakukan ujicoba maupun sosialisasi kepada setiap PT, lebih-lebih jika digunakan 4 bulan setelah instrumen tersebut ditetapkan oleh BAN PT, 3) Perlu diperhatikan adanya kesulitan setiap program studi dan perguruan tinggi dalam menyesuaikan antara instrumen lama dengan instrumen akreditasi yang akan diberlakukan, dimana instrumen lama masih banyak berorientasi pada input sedangkan pada instrumen yang baru lebih berorintasi pada proses dan luaran tridharma PT. Seluruh usulan ini ditanggapi positif oleh Dr. Setiyo Pertiwi (salah seorang anggota majelis BAN PT). Bahkan beliau mengatakan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) menjiwai seluruh standar akreditasi lebih-lebih jika kita sudah menggunakan 9 kriteria dan hal ini mengindikasikan bahwa lembaga penjaminan mutu di setiap PT sangat strategis peran dan fungsinya. Ditambahkan oleh beliau bahwa komitmen dari seluruh pihak tentang penjaminan mutu tidak harus ditunggu tapi harus dibangun bersama melalui cara cerewet dan jemput bola.

Sementara itu, pada kegiatan seminar yang berlangsung di hotel allium-Nagoya-kota Batam dan berlangsung pada tanggal 25 November 2017, Prof. Aman Wirakartakusumah dari IPB selaku narasumber menyebutkan bahwa hasil assessemen yang dilakukan oleh lembaga penjaminan mutu atau kantor penjaminan mutu arau istilah lainnya bisa menjadi beban bagi orang/unsur pimpinan yang tidak mau berubah dan sebaliknya bisa menjadi “menyenangkan” bagi orang/unsur pimpinan yang mau berubah menjadi lebih baik. Ditambahkan oleh beliau bahwa jika seluruh unsur pimpinan hingga staf menaati PPEPP yang dijalankan/dikontrol oleh lembaga/kantor penjaminan mutu atau istilah lainnya maka institusi/program studi yang dimaksud akan terakreditasi dengan hasil yang terbaik. Pada kesempatan itu pula, beberapa pandangan tentang budaya mutu disampaikan oleh beberapa orang peserta seminar.

Pada akhir kegiatan, panitia penyelenggara menyampaikan resume seminar budaya mutu, antara lain : 1) SPMI menjadi wajib bagi setiap perguruan tinggi, 2) Budaya mutu sangat ditentukan oleh leadership dan komitmen untuk berubah dari seluruh unsur pimpinan dan staf, 3) SPMI menjiwai seluruh kegiatan akademik dan non akademik, 4) Leadership dan apa yang ditetapkan harus diterjemahkan di dalam renstra PT, renstra fakultas, dan renstra/RIP program studi, 5) Core values PT menjadi hal yang sangat penting dalam membangun mudaya mutu.

Seluruh rangkaian acara ditutup oleh Pak Octa Nugroho dengan mengucapkan terima kasih banyak atas partisipasi semua peserta dan acara seperti ini akan menjadi program rutin dari direktorat penjaminan mutu Kemenristekdikti.

CONTINUOUS QUALITY IMPROVEMENT MELALUI BIMTEK PENGISIAN BORANG AKREDITASI PROGRAM STUDI DI FAKULTAS TEKNIK

LP3M_01 Nopember 2017. Wakil dekan I Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi mengundang direktur LP3M dalam rangka bimbingan teknis pengisian borang akreditasi program studi kepada seluruh ketua program studi di lingkungan Fakultas Teknik. Pada kesempatan ini, wakil dekan mengingatkan bahwa pada tahun 2018 terdapat 4 program studi di Fakultas Teknik yang akan mengajukan usulan akreditasi melalui SAPTO yakni program studi 1) Teknik Informatika, 2) Sistem Informasi, 3) Teknik Komputer, dan 4) Teknik Lingkungan. Lebih lanjut dikatakannya bahwa untuk 2 program studi lama harus mampu meningkatkan status akreditasinya dari C menjadi B dan 2 program studi baru harus mampu memperoleh status akreditas C, jika memungkinkan juga bisa memperoleh B.

Direktur LP3M yang didampingi oleh ketua Gugus Kendali Mutu (GKM) FT menyebutkan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan akreditasi antara lain : 1) komitmen seluruh pihak, 2) kemampuan tim dalam memahami instrumen akreditasi (borang program studi, evaluasi diri, data kuantitatif, bukti fisik yang harus dipenuhi), 3) kemampuan memahami buku VI, 4) kerjasama tim yang solid, 5) kemampuan mengidentifikasi kelemahan pada akreditasi sebelumnya khusus kepada 2 prodi lama, 6) pengaturan jadwal kerja, 7) memahami peluang untuk memperbaiki skor. Pada kesempatan itu juga, direktur LP3M memaparkan beberapa trik dalam menyusun borang program studi dan fakultas. Kegiatan berlangsung dari pkl. 10.00 – 12.00. Kegiatan ditutup dengan bacaan “Hamdalah” oleh Wakil dekan I.

CONTINUOUS QUALITY IMPROVEMENT MELALUI BIMTEK PENGISIAN BORANG AKREDITASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

LP3M_30 Oktober 2017. Ketua program studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Hamzanwadi mengundang direktur LP3M dalam rangka bimbingan teknis pengisian borang akreditasi program studi. Pada kesempatan itu, ketua program Pendidikan Fisika mengingatkan kepada seluruh dosen program studi agar serius dalam memperhatikan seluruh kebutuhan akreditasi mulai saat ini karena masa berlaku akreditasi program studi Pendidikan Fisika Desember 2018. Lebih lanjut dikatakannya bahwa akreditasi saat ini harus mampu mempertahankan status akreditasi pada periode sebelumnya, namun dari skor akreditasi yang kita peroleh harus meningkat dari kondisi sebelumnya yakni 319.

Direktur LP3M yang didampingi oleh ketua Gugus Kendali Mutu (GKM) FKIP menyebutkan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan akreditasi antara lain : 1) komitmen seluruh pihak, 2) kemampuan tim dalam memahami instrumen akreditasi (borang program studi, evaluasi diri, data kuantitatif, bukti fisik yang harus dipenuhi), 3) kemampuan memahami buku VI, 4) kerjasama tim yang solid, 5) kemampuan mengidentifikasi kelemahan pada akreditasi sebelumnya, 6) pengaturan jadwal kerja, 7) memahami peluang untuk memperbaiki skor. Saat itu, direktur LP3M memaparkan beberapa catatan penting saat asesmen lapangan pada akreditasi sebelumnya dan beberapa trik dalam menyusun borang program studi. Kegiatan berlangsung dari pkl. 15.00 – 17.00. Kegiatan ditutup dengan bacaan “Hamdalah” oleh ketua program studi.

CONTINUOUS QUALITY IMPROVEMENT MELALUI BIMTEK PENYUSUNAN BORANG AKREDITASI PROGRAM STUDI FARMASI

LP3M, 28 Oktober 2017. Direktur Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Hamzanwadi Dr. Padlurrahman, M.Pd. menghadiri undangan dekan Fakultas Kesehatan Universitas Hamzanwadi sebagai fasilitator pada persiapan penyusunan borang akreditasi program studi Farmasi. Kegiatan ini dihadiri oleh Dra. Hj. Hartini Haritani, M.Pd. (dekan Fakultas Kesehatan), Sulistia Ardyati (Ketua Program Studi Farmasi), seluruh dosen tetap program studi Farmasi. Sebagai pengantar bimtek, dekan Fakultas kesehatan mengatakan bahwa persiapan penyusunan borang akreditasi program studi Farmasi sangat penting dilakukan dan hari ini adalah hari pertama kita mendengarkan berbagai hal dari direktur LP3M terutama yang berkaitan dengan penelitian dan PkM yang terintegrasi dengan pembelajaran serta trik-trik dalam menyusun borang program studi. Disamping itu, perlu penguasaan terhadap seluruh butir borang sehingga target yang kita inginkan dapat terwujud.

Pada kesempatan itu, direktur LP3M menyampaikan beberapa materi antara lain : 1) jumlah penelitian dan PkM yang harus dihasilkan oleh dosen dalam 3 tahun terakhir, 2) beberapa jenis penelitian yang dapat dipilih oleh dosen, 3) publikasi ilmiah yang diakui dalam borang program studi, 4) perumusan dan penjelasan VMTS program studi, 5) Cara menjabarkan VMTS ke dalam RPJP, RPJM dan RIP program studi, 6) Cara menggunakan buku VI instrumen akreditasi, dan 7) Cara menggunakan SIMAK program studi.

Direktur LP3M juga mengatakan bahwa continuos quality improvement hanya dapat dijalankan bilamana seluruh komponen di program studi memiliki komitmen yang sama dan bekerjasama secara konsisten sesuai tugas dan tanggungjawab masing-masing. Tujuh standar yang akan diisi oleh taskforce hendaknya dapat dibahas/direview secara bersama-sama dengan memperhatikan indikator-indikator yang terdapat pada buku VI.