Lokakarya Calon Pelatih SPMI

Yogyakarta – Belmawa_LP3M. Pelatih SPMI yang andal dalam implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sangat diperlukan dalam menyebarluaskan budaya mutu di perguruan tinggi. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pelatih SPMI yang dapat membantu percepatan peningkatan implementasi SPMI di perguruan tinggi, Direktorat Penjaminan Mutu melaksanakan pelatihan batch kedua untuk para calon pelatih SPMI di Yogyakarta pada 16-18 Oktober 2018. Lokakarya dibuka oleh Kepala Seksi Penguatan Mutu, Octa Nugroho didampingi fasilitator antara lain Hartanto Nugroho, Nyoman Sadra Dharmawan, Setyo Pertiwi, Bambang Suryoatmono, Tirza Hanum, dan Emma Muhari. Pelatihan berlangsung selama 3 hari dan diikuti 58 peserta dan dibagi dalam 3 kelas. Pada Lokakarya calon pelatih kali ini, Direktur Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Hamzanwadi, Padlurrahman diberi kesempatan untuk menyampaikan materi tentang kebijakan SPMI Perguruan Tinggi dan materi penyusunan standar SPMI yang mendapat perhatikan dari peserta lain.
Beberapa perguruan tinggi yang diundang pada lokakarya kali ini adalah : Universitas Hamzanwadi, IKIP PGRI Pontianak, Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Negeri Cilacap, Politeknik Negeri Semarang, Polman Bangka Belitung, STIKES Bethesda Yakkum, STMIK AMIKOM Yogyakarta, UIN Alauddin Makassar, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Komputer Indonesia, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muslim Indonesia Makassar, Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, Universitas PGRI Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Institut Teknologi Bandung, Politeknik Negeri Tanah Laut, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wiyata Husada Samarinda, STIKES Panti Rapih, UIN Malang, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Universitas Khairun, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Universitas Panca Bhakti Pontianak, Universitas Sahid Jakarta, Universitas Syiah Kuala Aceh, Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Pertanian Negeri Kupang, STIBA LIA, Universitas Islam Indonesia, Universitas Islam Bandung, Universitas Janabadra, STT Nasional Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Mulawarman Samarinda, Universitas Pattimura, Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, Universitas Semarang, dan Universitas Tanjungpura.
Peserta pelatihan telah diseleksi dan memenuhi kriteria tertentu antara lain sudah lulus pelatihan penyusunan dokumen SPMI, lulus pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) dengan passaing grade tertentu, dan keterlibatan peserta dalam implementasi SPMI di perguruan tigginya yang tercermin dari CV yang dikirimkan. Dalam pelatihan ini, peserta diberikan porsi berlatih yang besar dan para fasilitator hanya memberikan refreshment materi, mengawasi, mengoreksi, dan menilai saja. Materi pelatihan diawali dengan refreshment pengetahuan Kebijakan SPM Dikti dan dilanjutkan dengan peserta berlatih menjelaskan masing-masing tentang Kebijakan, Manual, Standar, dan formulir. Peserta juga mendapatkan materi andragogi dan etika sebagai pelatih.